Mengirim lamaran kerja lewat email kini menjadi cara paling umum yang digunakan oleh perusahaan. Prosesnya memang lagak sederhana, tetapi jika tidak dilakukan dengan benar, lamaran kamu bisa saja langsung diabaikan oleh HRD.
Nah, agar peluang kamu dipanggil interview semakin besar, yuk pahami cara mengirim lamaran kerja lewat email yang benar dan profesional.
Baca Juga Perbedaan Resume dan CV: Mana yang Lebih Disukai HRD Saat Ini?
Kenapa Email Lamaran Harus Profesional?
Email lamaran kerja itu seperti kesan pertama kamu di mata HRD. Dari cara kamu menulis email saja, mereka sudah bisa menilai apakah kamu serius atau tidak.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Subjek email kosong atau tidak jelas
Isi email terlalu singkat tanpa penjelasan
File lampiran berantakan atau tidak sesuai
Menggunakan bahasa yang terlalu santai
Padahal, hal-hal seperti ini bisa membuat lamaran kamu langsung diabaikan.
Struktur Email Lamaran Kerja yang Benar
Agar terlihat rapi dan profesional, email lamaran kerja sebaiknya memiliki struktur yang jelas. Ini format yang bisa kamu ikuti:
1. Subjek Email yang Jelas
Subjek email harus ditulis secara singkat dan sesuai posisi yang dilamar.
Contoh:
Lamaran Kerja Operator Forklift – Nama Lengkap
Lamaran Staff Admin – Nama Lengkap
Hindari subjek seperti:
“Lamar kerja”
“Butuh kerja”
Karena terlihat tidak profesional.
2. Salam Pembuka
Gunakan salam sopan di awal email.
Contoh:
Yth. HRD PT Maju Jaya
Kepada Yth. Bapak/Ibu HRD
Jika tidak tahu nama perusahaan, kamu dapat menggunakan “Yth. HRD”.
3. Paragraf Pembuka
Di bagian ini, jelaskan maksud kamu mengirim email.
Contoh:
“Saya yang bertanda tangan di bawah ini bermaksud melamar pekerjaan sebagai Operator Forklift di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. ”
Gunakan kalimat yang jelas dan langsung ke tujuan.
4. Isi Email
Jelaskan sedikit tentang diri kamu, pengalaman, dan kelebihan yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
Contoh poin yang bisa dimasukkan:
Pendidikan terakhir
Pengalaman kerja (jika ada)
Skill yang dimiliki
Sertifikat pendukung (misalnya SIO forklift)
Tidak perlu terlalu panjang, cukup 1–2 paragraf yang padat.
5. Penutup
Tutup email dengan kalimat sopan.
Contoh:
“Saya berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih. ”
Lalu akhiri dengan:
Hormat saya
Nama lengkap
Cara Melampirkan Berkas yang Benar
Selain isi email, bagian lampiran juga sangat penting. Banyak pelamar gagal karena salah mengirim file.
Berikut tipsnya:
Gabungkan berkas dalam satu file PDF (jika memungkinkan)
Gunakan nama file yang teratur, contoh:
CV_NamaLengkap. pdf
Pastikan file tidak terlalu besar
Cek kembali sebelum dikirim
Biasanya berkas yang dilampirkan meliputi:
CV atau daftar riwayat hidup
Surat lamaran kerja
Ijazah dan transkrip nilai
Sertifikat pendukung
Tips Agar Email Lamaran Kamu Dilirik HRD
Agar tidak kalah dengan pelamar lain, coba perhatikan beberapa tips ini:
Gunakan alamat email yang profesional (hindari nama alay)
Periksa kembali penulisan sebelum kirim
Kirim email di jam kerja (pagi atau siang hari)
Jangan kirim ke banyak perusahaan dalam satu email
Sesuaikan isi email dengan posisi yang dilamar
Hal sederhana seperti typo atau salah nama perusahaan bisa menjadi alasan HRD untuk langsung melewatkan lamaran kamu.
Contoh Singkat Email Lamaran Kerja
Agar semakin jelas, ini contoh sederhana yang bisa kamu jadikan referensi:
“Saya yang bertanda tangan di bawah ini ingin melamar pekerjaan sebagai Operator Forklift di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Saya adalah lulusan SMK dan telah memiliki pengalaman sebagai operator forklift selama 2 tahun serta memiliki SIO aktif.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan CV dan dokumen pendukung lainnya. Saya sangat berharap dapat mengikuti tahap seleksi berikutnya.
Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih. ”
Intinya
Mengirim lamaran kerja lewat email bukan hanya sekadar mengirim CV. Cara menulis email, menyusun isi, dan melampirkan berkas sangat berpengaruh pada kemungkinan diterima kerja.
Jika kamu bisa membuat email yang teratur, jelas, dan profesional, peluang dipanggil HRD tentu akan lebih besar. Jadi sebelum klik “kirim”, pastikan semuanya sudah diperiksa dengan baik ya.